"ThePowerOfLove"
Kamis, 02 Agustus 2012
"ThePowerOfLove": Perbandingan Administrasi Negara di Benua Afrika a...
"ThePowerOfLove": Perbandingan Administrasi Negara di Benua Afrika a...: BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kata Afrika berasal dari bahasa Latin , Africa terra — "tanah Afri" (bentuk jamak dar...
Rabu, 01 Agustus 2012
Perbandingan Administrasi Negara di Benua Afrika antara Negara Afrika Selatan dengan Negara Somalia
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kata Afrika berasal dari bahasa Latin,
Africa terra — "tanah
Afri" (bentuk jamak dari "Afer") — untuk menunjukkan bagian
utara benua tersebut, saat ini merupakan bagian dari Tunisia,
tempat kedudukan provinsi Romawi untuk Afrika. Asal kata Afer mungkin dari bahasa Fenisia,
'afar berarti debu; atau dari suku Afridi, yang mendiami bagian utara benua
dekat Kartago;
atau dari bahasa Yunani aphrike berarti tanpa dingin; atau dari
bahasa Latin
aprica berarti cerah.
Afrika adalah
tempat tinggal manusia
yang paling awal, dari benua ini manusia kemudian menyebar ke benua-benua lain.
Afrika adalah tempat di mana garis evolusi kera menjadi
berbeda dari protohuman tujuh juta
tahun yang lalu. Afrika merupakan satu-satunya benua yang ditinggali nenek moyang manusia
hingga sekitar dua juta tahun lampau ketika Homo erectus
berkembang ke luar Afrika menuju Eropa dan Asia. Lebih dari 1,5 juta tahun
kemudian, populasi
dari tiga benua itu mengikuti evolusi yang berlainan sehingga mereka menjadi
spesis yang berbeda. Yang di Eropa menjadi Neanderthal,
yang di Asia
tetap Homo erectus, tetapi yang
di Afrika berevolusi menjadi Homo sapies.
Afrika adalah benua terbesar kedua dunia dan kedua terbanyak penduduknya
setelah Asia.
Dengan luas wilayah 30.224.050 km²
termasuk pulau-pulau yang berdekatan, Afrika meliputi 20,3% dari seluruh total
daratan Bumi. Afrika juga yang terbesar
dari ketiga benua di belahan selatan Bumi dan yang terbesar kedua setelah Asia dari semua benua.
Luasnya kurang lebih 30,244,050 km2 (11,677,240 mil2)
termasuk kepulauan disekitarnya, meliputi 20.3% dari total daratan di bumi dan didiami lebih
dari 800 juta manusia, atau sekitar sepertujuh populasi manusia di bumi.
Dipisahkan dari
Eropa
oleh Laut Tengah,
Afrika menyatu dengan Asia
di ujung timur lautnya melalui Terusan Suez
yang memiliki lebar 130 km. Semenanjung
Sinai yang dimiliki oleh Mesir sering dianggap secara geopolitis sebagai bagian dari
Afrika. Dari ujung paling utara, Cape Spartel di Maroko, di 37°21′
lintang Utara, ke ujung paling selatan, Cape Agulhas di Afrika
Selatan, 34°51′15″ lintang Selatan, terbentang jarak sekitar 8000
km; dari ujung paling barat, Cape Verde, 17°33′22″ bujur Barat, sampai ujung
paling timur, Ras Hafun di Somalia,
51°27′52″ bujur Timur, jaraknya sekitar 7.400 km. Panjang garis pantainya
26.000 km (sebagai perbandingan, Eropa, yang memiliki luas 9.700.000 km²
memiliki garis pantai 32.000 km.
Dengan 800 juta
penduduk di 54 negara, benua ini merupakan tempat bagi sepertujuh populasi
dunia.
Sebagian besar
negara di Afrika adalah bekas negara jajahan, seperti Negara Somalia yang dulu dijajah oleh Italia.
Somalia adalah sebuah Negara di pesisir afrika timur yang ada secara de jure,
Somalia tidak mempunyai otoritas pemerintah pusat yang diakui. Tidak ada mata
uang nasional atau cirri-ciri lain yang berhubungan dengan Negara berdaulat.
Otoritas secara de facto berada ditangan pemerintah yang tidak diakui yaitu
Somaliland, puntland, dan gembong militan yang saling bermusuhan. Dimana
ketiga-tiga nya memimpin pemerintahan oposisi . Somalia telah menduduki
peringkat 1 failed state.
Tetapi berbeda dengan Negara Afrika Selatan yang pada masa
dahulu, pemerintahan negara ini dikecam karena politik 'apartheid'nya
tetapi sekarang Afrika Selatan adalah sebuah negara demokratis
dengan penduduk kulit putih terbesar di benua Afrika. Afrika Selatan juga
merupakan negara dengan berbagai macam bangsa dan mempunyai 11 bahasa resmi.
Negara ini juga terkenal sebagai produsen berlian,
emas dan platinum
yang utama di dunia.
Dari perbedaan ini akan di bahas dalam makalah ini perbandingan antara Negara Arika Selatan
dengan Negara Somalia.
1.2 Maksud dan Tujuan
1. Mengetahui
profil Negara Afrika Selatan
2. Mengetahui
profil Negara Somalia
3. Mengetahui
Perbandingan antara Negara Afrika Selatan dengan Negara Somalia
1.3 Rumusan Masalah
1. Bagaimana
Profil Neraga Afrika Selatan ?
2. Bagaimana
Profil Negara Somalia ?
3. Apa
Perbandingan antara Negara Afrika
Selatan dengan Negara Somalia ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Profil Negara Afrika Selatan
Republik Afrika Selatan adalah sebuah negara di
Afrika bagian selatan.
Afrika Selatan bertetangga dengan Namibia, Botswana dan Zimbabwe di utara, Mozambik
dan Swaziland
di timur laut. Keseluruhan negara Lesotho terletak di pedalaman Afrika Selatan. Pada masa
dahulu, pemerintahan negara ini dikecam karena politik 'apartheid'nya
tetapi sekarang Afrika Selatan adalah sebuah negara demokratis
dengan penduduk kulit putih terbesar di benua Afrika. Afrika Selatan juga
merupakan negara dengan berbagai macam bangsa dan mempunyai 11 bahasa resmi.
Negara ini juga terkenal sebagai produsen berlian,
emas dan platinum
yang utama di dunia.
A.
Sejarah
Afrika Selatan
merupakan salah satu negara tertua di benua Afrika. Banyak suku telah menjadi
penghuninya termasuk suku Khoi, Bushmen, Xhosa dan Zulu. Penjelajah Belanda
yang dikenal sebagai Afrikaner tiba disana pada
1652. Pada saat itu
Inggris juga berminat dengan negara ini, terutama setelah penemuan cadangan berlian
yang melimpah. Hal ini menyebabkan Perang
Britania-Belanda dan dua Perang Boer.
Pada 1910, empat republik utama digabung di bawah Kesatuan
Afrika Selatan. Pada 1931, Afrika Selatan menjadi jajahan Britania
sepenuhnya.
Walaupun negara
ini berada di bawah jajahan Britania, mereka terpaksa berbagi kuasa dengan
pihak Afrikaner. Pembagian kuasa ini telah berlanjut hingga tahun 1940-an,
saat partai pro-Afrikaner yaitu Partai
Nasional (NP) memperoleh mayoritas di parlemen.
Strategi-strategi partai tersebut telah menciptakan dasar apartheid
(yang disahkan pada tahun 1948), suatu cara untuk mengawal sistem ekonomi dan
sosial negara dengan dominasi kulit putih dan diskriminasi ras. Namun
demikian pemerintahan Britania kerap kali menggagalkan usaha apartheid yang
menyeluruh di Afrika Selatan.
Pada tahun
1961, setelah pemilu
khusus kaum kulit putih, Afrika Selatan dideklarasikan sebagai sebuah republik.
Bermula pada 1960-an, 'Grand Apartheid' (apartheid besar) dilaksanakan, politik
ini menekankan pengasingan wilayah dan kezaliman pihak polisi.
Penindasan kaum
kulit hitam terus berlanjut sehingga akhir abad ke-20. Pada Februari 1990,
akibat dorongan dari bangsa lain dan tentangan hebat dari berbagai gerakan
anti-apartheid khususnya Kongres Nasional Afrika (ANC),
pemerintahan Partai Nasional di bawah pimpinan Presiden F.W. de Klerk
menarik balik larangan terhadap Kongres Nasional Afrika dan partai-partai
politik berhaluan kiri yang lain dan membebaskan Nelson
Mandela dari penjara. Undang-undang apartheid mulai dihapus secara
perlahan-lahan dan pemilu
tanpa diskriminasi yang pertama diadakan pada tahun 1994. Partai ANC meraih
kemenangan yang besar dan Nelson Mandela, dilantik sebagai Presiden kulit
hitam yang pertama di Afrika Selatan. Walaupun kekuasaan sudah berada di tangan
kaum kulit hitam, berjuta-juta penduduknya masih hidup dalam kemiskinan.
Sewaktu Nelson
Mandela menjadi presiden negara ini selama 5 tahun, pemerintahannya
telah berjanji untuk melaksanakan perubahan terutamanya dalam isu-isu yang
telah diabaikan semasa era apartheid. Beberapa isu-isu yang ditangani oleh pemerintahan
pimpinan ANC
adalah seperti pengangguran, wabah AIDS, kekurangan perumahan
dan pangan.
Pemerintahan Mandela juga mula memperkenalkan kembali Afrika Selatan kepada
ekonomi global setelah beberapa tahun diasingkankan karena politik apartheid.
Di samping itu, dalam usaha mereka untuk menyatukan rakyat pemerintah juga
membuat sebuah komite yang dikenal dengan Truth and
Reconciliation Committee (TRC) dibawah pimpinan Uskup Desmond Tutu.
Komite ini berperan untuk memantau badan-badan pemerintah seperti badan polisi agar
masyarakat Afrika Selatan dapat hidup dalam aman dan harmonis.
Presiden
Mandela menumpukan seluruh perhatiannya terhadap perdamaian di tahap nasional,
dan mencoba untuk membina suatu jatidiri untuk Afrika Selatan dalam masyarakat
majemuk yang terpisah oleh konflik yang berlarut-larut selama beberapa
dasawarsa. Kemampuan Mandela dalam mencapai objektifnya jelas terbukti karena
selepas 1994 negara ini telah bebas dari konflik politik. Nelson Mandela
meletakkan jabatannya sebagai presiden partai ANC pada Desember 1997, untuk memberi
kesempatan kepada Presiden yang baru yaitu Thabo Mbeki.
Mbeki dipilih sebagai presiden Afrika Selatan selepas memenangi pemilu nasional
pada tahun 1999, dan partainya menang tipis dua pertiga mayoritas di parlemen.
Presiden Mbeki telah mengalihkan fokus pemerintahan dari pendamaian ke
perubahan, terutama dari segi ekonomi negara.
Setelah empat
tahun untuk merundingkan, Uni Afrika Selatan diciptakan dari daerah jajahan
Mantel dan Kelahiran, seperti halnya Negara Merdeka Orange dan Transvaal, pada
31 Mei 1910, persis delapan tahun setelah akhir dari Perang Boer Kedua. Baru
saja didirikan Uni Afrika Selatan adalah satu dominion dari Britania Raya.Dari
1913,kepemilikan darat oleh ' hitam di batasi; di langkah itu mereka yang punya
kontrol semata-mata hanya 7% negara. Sejumlah lahan dipesan untuk orang-orang
berasal dari nanti secara garis besar bertambah.
Pada 1931
perserikatan secara efektif kemandirian diijinkan dari kerajaan Inggris dengan
jalan lintasan dari Dekrit Westminster, yang britania morphed posisi di antara
Afrika Selatan ke dalam tersebut Raja berbeda dari Afrika Selatan. Pada 1934,
Pihak Orang Afrika Selatan dan Pihak Nasional menggabungkan bentuk Pihak
bersatu, mencari kerujukan di antara Eropa Kelahiran Afrika dan Berbahasa
Inggris "Putih". Pada 1939 belahan pihak berlalu masukan dari
perserikatan ke dalam Perang Dunia 2 sebagai satu bersekutu dari kerajaan
Inggris, satu gerakan yang mana Pihak Nasional pengikut betul-betul ditentang.
B.
Apartheid
Pada 1948,
Partai Nasional terpilih untuk menguasai Afrika Selatan. Hal ini memperkuat
implementasi pemisahan rasial di bawah kekuasaan kolonial Inggris dan Belanda,
dan pemerintahan Afrika Selatan selanjutnya sejak terbentuknya perserikatan
(Union). Pemerintahan Nasionalis mengatur jalannya undang-undang pemisahan,
menggolongkan orang-orang ke dalam tiga ras, mengembangkan hak-hak dan batasan-batasan
untuk masing-masing golongan, seperti hukum pass dan batasan pemukiman. Minoritas
kulit putih menguasai mayoritas kulit hitam yang jauh lebih besar. Sistem
pemisahan ini kemudian dikenal secara kolektif sebagai apartheid.
Pemencilan ini
dimaksudkan kulit putih untuk mengontrol kekayaan yang mempercepat industrialisasi
dari 1950an, '60an, dan ' 70an. Selama minoritas Kulit Putih menikmati standar
paling tinggi di seluruh Afrika, seringkali dibandingkan dengan negara-negara
barat Dunia Pertama, mayoritas Kulit Hitam tetap dirugikan dalam setiap
tingkat, meliputi pendapatan, pendidikan, rumah, dan tingkat harapan hidup.
Pada 31 Mei 1961, mengikuti referendum orang-orang kulit putih, negara ini
menjadi sebuah republik dan meninggalkan Persemakmuran (Britania). Ratu
Elizabeth II tidak lagi menjadi kepala negara dan Gubernur Jendral terakhir
menjadi Presiden Negara.
Apartheid
menjadi semakin kontroversial, mendorong ke arah meluasnya sanksi
internasional, divestasi dan kerusuhan serta penindasan dalam Afrika Selatan.
Suatu periode panjang penindasan oleh pemerintah, dan kadang-kadang dengan
kekerasan, pemogokan, demonstrasi, protes, dan sabotase dengan menggunakan bom
atau cara lain, oleh berbagai gerakan anti-apartheid yang diikuti terutama oleh
Kongres Nasional Afrika (ANC).
Di akhir
1970-an, Afrika selatan mulai mengembangkan program senjata nuklir. Pada dekade
berikutnya, menghasilkan enam senjata nuklir deliverable. Dasar pemikiran untuk
gudang senjata nuklir diperdebatkan. Beberapa komentator meyakini tersebut para
pemimpin Vorster dan P.W. Botha menginginkan agar mampu intervensi Amerika
catalyse pada peristiwa di mana satu peperangan di antara Afrika Selatan dan
Bahasa Kuba Yang mendukung pemerintah MPLA dari Angola.
C.
Demokrasi
Pada 1990 Pihak
Nasional pemerintah ambil langkah pertama ke arah ketika ini mengangkat
larangan pada Nasional Afrika Kongres dan organisasi lain kenegaraan sayap
kiri. Ini tercair Nelson Mandela dari memenjara setelah duapuluh tujuh
pemenjaraannya tahun pada satu kalimat sabot. Pemerintah yang mencabut
legislasi aparteid. Afrika selatan menghancurkan gudang senjata nuklir ini dan
mengabulkan ke Nuklir Bukan Perkembang Biakan Traktat. Afrika selatan
menggenggam ini pertama dengan pemilihan rasial multi pada 1994, yang ANC Yang
dimenangi oleh satu mayoritas berlimpahan. Ini telah dalam kuasa selalu sejak.
Di Afrika
Selatan aparteid tempatkan, jutaan Orang Afrika Selatan, kebanyakan hitam, telah berlanjut
tinggal di dalam kemiskinan, sepertinya telah sulit untuk mengganti kerugian
dengan cepat untuk generasi dari alpa bidang pendidikan dan kemasyarakatan.
Kemiskinan antara putihi, tadi jarang, telah tingkat sangat besar. Sementara
beberapa telah tujukan ini sebagian ke warisan dari sistem aparteid, terus
meningkat beberapa atribut ini ke kegagalan dari pemerintah saat ini untuk
mengerjakan emisi kemasyarakatan. Sebagai tambahan, pemerintah saat ini telah
menggelut capai disiplin moneter dan fiskal untuk memastikan keduanya pembagian
kembali dari kekayaan dan kemajuan ekonomi. Sejak ANC Yang memimpin pemerintah
mengambil kekuatan, Pembangunan Manusia perserikatan bangsa-bangsa Daftar Isi
Buku dari Yang Afrika Selatan telah curah, sementara ini dengan mantap naik hingga
pertengahan - 1990s. Beberapa ini dapat mungkin menjadi ditujukan ke tentang
penyakit BANTUAN dan kegagalan dari pemerintah untuk bertindak menunjuknya.
D.
Politik
Afrika Selatan
merupakan negara demokrasi
konstitusional dengan sistem tiga tingkat dan institusi kehakiman
yang bebas. Terdapat tiga peringkat yaitu nasional, wilayah dan pemerintahan
lokal yang mempunyai badan legislatif serta eksekutif
dengan daerah kekuasaan masing-masing.
Presiden Afrika Selatan memegang dua
jabatan yaitu sebagai Kepala Negara dan juga Kepala Pemerintahan. Ia dipilih
sewaktu Majelis Nasional (National
Assembly) dan Majelis Provinsi-provinsi Nasional (National Council of Provinces)
bergabung. Lazimnya, Presiden adalah pemimpin partai mayoritas di Parlemen.
National Assembly mempunyai 400 anggota yang dipilih
melalui pemilu secara perwakilan proporsional. National Council of Provinces, yang telah menggantikan Senat
pada 1997,
terdiri dari 90 anggota yang mewakili setiap 9 provinsi termasuk kota-kota
besar di Afrika Selatan.
Di Afrika
Selatan, pemilu
diadakan setiap 5 tahun dan setiap rakyat berusia 18 tahun ke atas diwajibkan
untuk ikut. Pemilu terakhir ialah pada April 2004, di mana partai ANC berhasil memenangkan 69,68% kursi di parlemen.
Partai ini bersama Partai Kebebasan Inkatha (6,97%) telah membentuk aliansi
pemerintahan. Partai-partai oposisi utama termasuk Aliasi Demokrat (12,37%),
Gerakan Demokratik Bersatu atau UDM (2,28%), Demokrat Bebas atau ID (1,73%),
Partai Nasional Baru atau NNP (1,65%) dan Partai Demokratik Kristen Afrika atau
ACDP (1,6%).
Di samping itu,
setiap provinsi di Afrika Selatan mempunyai satu penggubal undang-undang negeri
dan Majelis Eksekutif yang diketuai oleh seorang Perdana Menteri atau
"Premier".
E. Pembagian administratif
- Provinsi
Afrika Selatan
terdiri dari sembilan provinsi yaitu:
v
Gauteng
v
Limpopo
- Kota-kota utama
Kota-kota utama di Afrika Selatan
termasuk Johannesburg, Durban, Cape Town,
Pretoria,
Kimberley, Port Elizabeth dan Bloemfontein.
F.
Geografi
Afrika Selatan
terletak di 29° 00' S, 24° 00' T. Luas kawasannya adalah 1.219.912 km² termasuk
Pulau Robben dan Kepulauan
Prince Edwards (Pulau Marion dan Pulau Prince Edward). Afrika
Selatan bersebelahan dengan Samudra
Atlantik di pantai barat dan Samudra
Selatan dan Samudra Hindia di pantai timur. Arus utama di
samudra-samudra tersebut adalah arus sejuk Benguela dan arus hangat Agulhas.
Titik paling rendah adalah Samudra
Atlantik pada 0 m dan paling tinggi ialah Njesuthi pada ketinggian
3.408 m.
Afrika Selatan
mempunyai iklim yang berbeda-beda. Di barat daya negara ini, iklimnya adalah Mediterania,
di kawasan pendalaman ia beriklim sederhana, dan di timur laut iklimnya adalah subtropis.
Afrika Selatan
merupakan sebuah negara yang kaya dengan bahan tambang bernilai seperti emas, platinum
dan berlian.
Bahan tambang semulajadinya termasuklah emas, kromium,
antimoni, arang, biji besi,
manganese,
nikel,
fosfat,
biji timah, uranium,
berlian,
platinum,
kuprum, vanadium,
garam,
gas asli.
G.
Ekonomi
Afrika Selatan
adalah sebuah negara maju dengan penduduk yang berpendapatan sederhana. Negara
ini kaya dengan bahan tambang terutamanya bahan tambang bernilai tinggi seperti
emas, platinum dan berlian. Ia juga mempunyai sistem keuangan,
perundangan,
telekomunikasi,
energi,
infrastruktur
yang maju dan modern. Bursa
sahamnya di Johannesburg begitu aktif hingga pernah berada
di urutan ke-10 terbesar di dunia.
Sejak
kedatangan Inggris
di sana, ekonomi negara bergantung kepada sektor pertambangan.
Tetapi beberapa dasawarsa yang lalu, kegiatan tersebut telah digantikan oleh
sektor produksi.
Sektor industri Afrika Selatan yang sangat maju, dan merupakan ekonomi ke-25
terbesar di dunia. Dengan hanya 7% penduduk dan 4% jumlah kawasan keseluruhan
Afrika, Afrika Selatan mengeluarkan lebih sepertiga produk dan jasa di Afrika, dan hampir
40 % pengeluaran industri di Afrika. Bahan komoditas yang diekspor:
alat-alat mesin, makanan dan peralatan, bahan kimia, produk petroliam dan
peralatan ilmiah.
Namun demikan,
wabah HIV merupakan masalah yang kritikal di negara ini. Diperkirakan 4,79 juta
penduduknya dijangkiti AIDS
dan pemerintahan Afrika yang baru terpaksa mengeluarkan berjuta-juta Rand untuk menangani masalah ini. Sejak
Afrika Selatan membuka perbatasannya selepas berakhirnya Apartheid, sindikat NAPZA internasional telah
memasuki negara ini. Kini Afrika Selatan adalah produsen mariyuana terbesar di
dunia. Pergolakan politik di Zimbabwe juga memberi dampak yang buruk kepada ekonomi negara
ini. Banyak investor asing khawatir masalah ini akan berpengaruh kepada Afrika
Selatan. Pada tahun 2002, masalah-masalah ini telah menjadi faktor utama
penurunan nilai Rand sebanyak 30 persen tetapi pada tahun 2004 mata uang Rand
telah kembali kokoh.
Akibat dasar
apartheid yang dilaksanakan selama lebih dari empat dasawarsa, kemiskinan di
kalangan penduduk kulit hitam merupakan masalah paling utama pemerintahan baru
Afrika Selatan. Pada akhir 1980-an dianggarkan 16 juta penduduknya hidup di
bawah paras kemiskinan dan 2,3 juta orang berisiko kekurangan gizi dan
kekurangan pangan. Walaupun begitu, pemerintahan kulit hitam Afrika Selatan
telah berhasil mengurangkan kemiskinan dari 42% pada 1994 ke 24% pada tahun
2003.
H.
Demografi
Demografi di
Afrika Selatan dibagi menjadi empat kumpulan utama yaitu: orang kulit hitam,
orang kulit putih, orang berwarna (orang dari Asia atau berdarah campuran) dan
orang berbangsa India.
Kaum yang
terbesar di Afrika Selatan adalah kaum pribumi berkulit hitam yaitu 77% jumlah
penduduk di sini. Penduduk kulit hitam terdiri dari masyarakat majemuk yang
dapat diklasifikasikan kepada empat kelompok etnis berdasarkan kepada bahasa
masing-masing. Kelompok yang terbesar yaitu 50% penduduk Afrika di sini adalah
yang berbahasa Nguni termasuk bangsa Ndebele, Swazi, Xhosa dan Zulu. Kelompok yang kedua
terbesar adalah yang berbahasa Sotho-Tswana, termasuk
beberapa bangsa Sotho, Pedi, dan Tswana dan merupakan
mayoritas di kebanyakan kawasan Highveld. Dua kelompok yang terakhir adalah Tsonga, atau Shangaan,
yang tertumpu di Utara dan wilayah Mpumalanga,
dan Venda, yang juga tertumpu
di wilayah utara Afrika Selatan.
Kaum kulit
putih terdiri dari 11% penduduk di sini, yang berbangsa Belanda,
Perancis,
Inggris
dan Jerman.
Kebanyakan orang Eropa di negara ini adalah keturunan penjelajah-penjelajah
awal di koloni Cape. Terdapat juga kelompok minoritas Portugis
— kelompok pertama dari keturunan penjelajah Eropa yang awal, manakala kelompok
kedua keturunan budak
Belanda
yang datang dari Indonesia. 9% dari penduduk Afrika Selatan terdiri dari bangsa
berwarna atau coloured. Bangsa
ini termasuk kelompok yang kawin campur dan juga pendatang Asia, yang dibawa masuk
untuk bekerja sebagai kuli di Natal. Manakala, 3% lagi terdiri dari bangsa India yang
berasal dari pedagang-pedagang India.
I.
Pendidikan
Di Afrika
Selatan, masa persekolahan adalah selama 13 tahun - atau tingkat. Namun, tahun
pertama pendidikan atau tingkat 0 dan tiga tahun terakhir yaitu dari tingkat 10
hingga tingkat 12 (juga dipanggil "matric") tidak diwajibkan.
Kebanyakan sekolah dasar menawarkan tingkat 0. Tetapi tingkat ini dapat juga
dibuat di TK.
Lazimnya untuk memasuki universitas, seseorang wajib lulus
"matric" dengan minimum tiga mata pelajaran tingkat tinggi dan bukan
sekadar lulus (standar). Malah beberapa universitas
prestisius akan mengenakan syarat akademik yang lebih tinggi. Walaupun begitu,
mereka yang lulus "National Senior Certificate" layak untuk belajar
di "technikon" atau
kampus teknikal.
Di bawah sistem
apartheid, sistem pendidikannya dirangka berdasarkan warna kulit yaitu
kementerian yang berbeda untuk pelajar kulit putih, berwarna, Asia, dan kaum
kulit hitam di luar Bantustan. Pengasingan ini telah menghasilkan 14 kementerian
pendidikan yang berbeda di negara ini.
Penstrukturan
sistem pendidikan selepas era-apartheid merupakan tantangan yang besar bagi
pemerintahan negara ini. Pemerintahan baru telah membentuk suatu sistem
pendidikan nasional tanpa diskriminasi kaum tetapi menggabungkan 14
kementerian pendidikan merupakan tugas yang sukar. Oleh karena itu pada
Februari 1996, Kementerian Pendidikan telah meluncurkan suatu kurikulum
baru yang dinamakan "Curriculum 2005". Kurikulum ini yang akan
menggantikan dasar pendidikan berdasarkan apartheid, akan memberi tumpuan
kepada hasilnya yaitu pelajar akan menjadi lebih proaktif dalam lingkungan di
sekitarnya dan juga di dalam masyarakat. Untuk mencapai obyektif ini, pada 1999
pemerintahan telah menyediakan 5,7 persen anggaran
belanja untuk sektor pendidikan termasuk membangun 2.000
sekolah-sekolah baru, 65.000 ruang kelas yang baru dan beralatan lengkap,
60.000 guru-guru yang terlatih dan 50 juta buku teks yang dicetak.
Pada 2004,
Afrika Selatan mempunyai 366.000 guru dan hampir 28.000 sekolah-sekolah -termasuk 390 sekolah khusus dan 1.000 sekolah
swasta. Dari jumlah ini, 6.000 adalah sekolah tinggi (tingkat 7
hingga tingkat 12) dan selebihnya adalah sekolah dasar (tingkat 1 hingga
tingkat 6).
Afrika Selatan
juga mempunyai suatu sistem pendidikan
tinggi yang maju, yang juga dipisahkan mengikut ras sewaktu era
apartheid. Pada 1995 terdapat 385.000 pelajar yang belajar di 21 universitas
dan 190.000 pelajar di "technikon" (institut
teknikal atau vokasional). Hampir 37 persen adalah dari golongan kulit putih.
Tetapi sejak 1994, penyertaan pelajar kulit hitam di universitas-universitas
yang dikhususkan untuk pelajar kulit putih telah bertambah secara mendadak.
J.
Budaya
Pergaulan bebas
di kalangan masyarakat Afrika Selatan di kawasan-kawasan perkotaan dan
penindasan budaya kaum kulit hitam sewaktu era apartheid
telah mengakibatkan hilangnya cara hidup lama di kota-kota di sini. Namun,
budaya kulit hitam masih ada di kawasan pedesaan. Beberapa perbedaan budaya
tetap ada di antara etnis-etnis di sana, seperti adat perkawinan
dan hukum adat mereka. Tetapi pada umumnya, tradisi masyarakat kulit hitam
adalah berlandaskan kepercayaan kepada dewa-dewa yang perkasa
serta maskulin, semangat nenek-moyang dan kuasa-kuasa gaib. Poligami
juga dibenarkan dan "lobolo" (mas kawin) biasanya akan dibayar. Kerbau
memainkan peranan penting dalam kebanyakan budaya, sebagai simbol kekayaan dan
hewan korban.
Kesenian Afrika
Selatan dapat dilihat dari berbagai lukisan gua dan batu oleh
suku San, beberapa di antaranya dilukis sejak
26.000 tahun yang lalu. Manik-manik yang direka secara teliti oleh suku Zulu juga merupakan
kerajinan tangan yang populer di negara ini. Sayangnya, budaya kaum kulit hitam
telah dihapus sewaktu era-apartheid. Tradisi sehari-hari yang berkaitan erat
dengan tradisi
dan budaya kaum kulit hitam telah diabaikan dan juga dihapuskan. Contoh yang
paling ketara adalah pemusnahan "District Six", suatu kawasan
multibudaya di Cape Town dan Sophiatown di Johannesburg,
di mana banyak pemusik-pemusik terkenal internasional berkumpul dan mengasah
kemahiran mereka. Antara kelompok musik terkenal termasuklah Ladysmith
Black Mambazo yang berhasil membawa musik Afrika Selatan ke dunia
Barat, sebelum dan juga selepas apartheid.
Dari segi makanan,
bistik atau sosis boerewors, sayur
rebus dan chips (kentang
goreng) adalah makanan utama, dan makanan yang lebih menantang biasanya agak
menakutkan. Makanan di sini mengarah lebih kepada daging. Makanan kaum Afrika
jarang dijual di restoran-restoran disini, walaupun orang-orang dapat
mendapatkan nasi yang murah serta "stew" dari gerai-gerai di
perkotaan. Bir
dan brandy
merupakan minuman paling popular di kalangan masyarakatnya, dan anggur semakin popular di sini.
2.2 Profil Negara Somalia
Somalia (bahasa
Somali: Soomaaliya; bahasa Arab:
الصومال, As-Sumal), dahulu bernama Republik
Demokratik Somali, adalah sebuah negara yang terletak di Tanduk
Afrika. Negara ini berbatasan dengan Djibouti di
barat laut, Kenya
di barat daya, Teluk Aden dan Yaman di utara, Samudra
Hindia di sebelah timur, dan Ethiopia di sebelah barat.
Somalia tidak memiliki pemerintah nasional
yang efektif. Di barat laut, ada pemisahan Republik Somaliland.
Di bagian lain terdapat beberapa warlord,
yaitu Puntland
dan Somalia Barat Daya. Pemerintahan yang diakui
dunia internasional adalah "Pemerintahan Transisi Nasional", awalnya dikepalai
oleh Abdulkassim Salat
Hassan, yang mengontrol hanya sebagian dari Mogadishu,
ibu kota Somalia.
Pada 10 Oktober
2004 Perdana Menteri
Somalia terpilih Abdullahi Yusuf, presiden Puntland, menjadi
presiden berikut. Karena kekacauan di Mogadishu, pemilihan diadakan di pusat
olah raga di Nairobi,
Kenya. Yusuf
terpilih Presiden transisional oleh parlemen transisional Somalia. Ia
memenangkan 189 dari 275 suara dari parlemen. Sesi parlemen juga diadakan di
negara tetangga Kenya. Pemerintahannya diakui oleh banyak negara Barat sebagai
penguasa legal negara tersebut, meskipun otoritas aktualnya dipertanyakan.
Banyak organisasi politik kecil
berdasarkan klan, lainnya mencari politik yang
bebas-marga (seperti Front Somali Bersatu).
Banyak yang terbentuk sejak pemilihan presiden baru.
A. Sejarah
Tanah Somalia terkenal sebagai “Tanah Aromatik” pada zaman Mesir
kuno. Namun bangsa Somalia meyakini bahwa nenek moyang mereka sekarang adalah
orang-orang Arab yang bermigrasi ke wilayah Somalia pada abad ke-7 pada masa
penyebaran agama Islam sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh orang-orang Arab
muslim. Sebagian besar dari mereka menetap dan berasimilasi dengan penduduk
nomadik setempat yang akhirnya melahirkan bangsa Somalia kini. Sejarah modern
Somalia dapat ditarik dari masa kolonialisasi Inggris dan Italia pada
pertengahan tahun 1880-an. Daerah Zeila, Berbera diperintah oleh Inggris
sebagai Somaliland Inggris dari tahun 1880-an sampai tahun 1960, sedangkan di
wilayah selatan terdapat Somaliland Italia, setelah Perang Dunia II, Somalia
menjadi wilayah perwalian PBB dan akhirnya mendapatkan kemerdekaannya pada
tahun 1960 dengan nama Republik Somalia. Republic Somalia merupakan sebuah
negara demokrasi parlementer sampai tahun 1969 sebelum akhirnya angkatan
bersenjata mengambil tampuk kepemimpinan dan menjadikan Somalia sebagai negara
sosialis dengan nama Republik Demokratik Somalia. Undang-undang dasarnya baru
disahkan pada 1979 dan pemilihan umum telah dilakukan untuk memilih Majelis
Rakyat. Selain itu, Somalia juga memiliki majelis hukum yang biasa dan yang
berdasarkan syariah Islam. Somalia memiliki enam wilayah administratif yang
meliputi Mijirtein, Mudugh, Benadir, Hiran, Juba Atas dan Juba Bawah. Somalia
sekarang dipimpin oleh presiden dan perdana menteri, yakni presiden Sharif
Ahmed dan perdana menteri Omar Ali.
Pada tahun 1977 Somalia sempat terlibat
konflik dengan Ethiopia karena Somalia menginginkan wilayah Ogaden yang secara
tradisional merupakan wilayah Somalia karena banyak sekali suku-suku Somalia
yang menetap disana. Dengan bantuan Uni Soviet, Ethiopia berhasil
mempertahankan wilayah itu dan menyebabkan lebih dari 1.000.000 keluarga
mengungsi ke Somalia. Hal ini menimbulkan masalah pengungsi yang sangat besar
di Somalia. Somalia sendiri memiliki jumlah tentara yang sangat kecil, karena
negeri ini selalu dilanda konflik dan perang saudara yang berkepanjangan dan
juga masalah perompakan yang belakangan menjadi sangat marak di wilayah laut Somalia.
B. Geografis
Somalia terletak dari 12` LU sampai 39` LS
dan dari 41` BT sampai ke 51` BT. Pesisir sebelah utaranya menghadap ke Teluk
Aden dan pesisir sebelah timurnya menghadap ke Samudra Hindia. Negara yang
berbatasan dengannya adalah Kenya, Djibouti, dan Ethiopia. Wilayahnya seluas
637.657 km2, sedikit lebih luas dari wilayah Prancis. Somalia beriklim tropis
kering dengan curah hujan tahunan yang kurang dari 50 cm. Wilayah Somalia
sebagian besarnya adalah wilayah setengah gurun yang gersang, walaupun masih
terdapat pegunungan dan wilayah dataran rendah di bagian tenggaranya. Somalia
memiliki garis pantai sekitar 2.600 km, tetapi karena adanya karang pelintang
di lepas pantainya, maka pasokan bahan-bahan impor agak terhambat. Somalia
memiliki tiga sungai utama yaitu sungai Nagal di utara, sungai Shibeli di
tengah dan sungai Giuba di selatan. Untuk dua yang disebutkan terakhir, wilayah
yang dilalui oleh aliran sungainya selalu subur karena tiap tahunnya sungai ini
selalu berair.
Di banyak wilayah, tanah Somalia ditumbuhi
dengan semak-semak dan rumput-rumputan, terutama di bagian selatan. Tumbuhan
yang tersebar di seluruh wilayahnya adalah pohon baobab dan akasia, dan masih
banyak jenis-jenis pohon lainnya. Kekayaan fauna yang dimiliki oleh Somalia
antara lain adalah antilop, gajah, singa, macan tutul, cheetah, kuda nil, dan
penyu. Somalia juga merupakan tempat berkumpulnya spesies burung paling indah
di Afrika, selain itu Somalia juga merupakan negeri yang kaya dengan spesies
ikan hiu dan ikan tuna.
C. Kehidupan Sosial
Mayoritas penduduk Somalia adalah suku
Somali (mencapai 98,3%) orang-orang Somali adalah keturunan orang Kushit Timur.
Suku ini terbagi ke dalam sejumlah kelompok diantaranya adalah: Dir, Isaq,
Hawiye, Darod, Digil, dan Rahanwin. Kelompok-kelompok ini terbagi lagi kedalam
sejumlah kelompok lain yang lebih kecil. Beberapa kelompok merupakan suku
pengembara. Walaupun termasuk ke dalam suatu kelompok besar dalam sejarahnya
sering kali tercatat pertentangan antar suku. Ketidakharmonisan ini antara lain
disebabkan oleh perebutan kekuasaan air, dan daerah penggembalaan. Penduduknya
antara lain: orang Arab (1,2%), Bantu (0,4%) dan lain-lain (0,1%). Bangsa asing
yang tinggal di negeri ini adalah orang-orang Eropa terutama Italia, Pakistan
dan India. Penduduk Somalia lebih banyak menghuni daerah selatan. Dua per tiga
penduduk tinggal di pedesaan. Di daerah perkotaan kota yang paling padat adalah
Mogadishu (700.000, 1985) kota-kota padat lainnya adalah: Hargeysa, Kismaayo,
Berbera, dan Marca. Penduduk Somalia menurut catatan tahun 2005 berjumlah
sekitar 8.000.000 orang. Bangsa Somalia yang tinggal di republik ini mempunyai
hubungan yang erat dengan bangsa Somalia yang hidup di negara tetangganya
Ethiopia, Kenya dan Djibouti. Banyak bangsa Somalia yang bermukim di ketiga
negara itu berharap bahwa kelak mereka itu akan dipersatukan ke dalam Republik
Somalia. Meskipun penampilan fisik bangsa Somalia beragam (ada yang pendek,
tinggi, berkulit hitam, atau berkulit kuning) ciri khas bangsa somalia adalah
berkulit hitam, bermata hitam yang berbentuk buah persik, serta berambut lebat
dan keriting. Para pria dan anak lelaki di daerah perkotaan berpakaian gaya
Barat, tetapi pemuda dan kebanyakan pria di daerah pedesaan mengenakan futa
atau jubah tradisional. Kaum wanita dan para gadis mengenakan sarung yang
dibuat dari kain berwarna-warni yang bermeter-meter panjangnya, dililitkan ke
tubuh dan diikatkan pada bahu kanan sehingga bahu kiri tetap terbuka. Di kota
besar serta daerah pedalaman, para wanita menggendong bayi mereka di punggung
dengan memakai selendang. Para wanita dan gadis mengenakan kerudung, sedangkan
anak laki-laki mengenakan sorban atau kopiah muslim yang terbuat dari bahan
tenunan atau sulaman.
Karena demikian banyaknya penduduk yang
hidup berpindah-pindah sepanjang tahun, maka hanya sedikit anak lelaki dan
perempuan mereka yang tinggal di pemukiman tetap dan bersekolah secara teratur.
Di Mogadishu terdapat sebuah universitas, sedangkan di berbagai kota lainnya di
seluruh negeri terdapat sekolah dasar dan sekolah kejuruan serta sejumlah
sekolah menengah.
Somalia tidak memiliki jalur kereta api,
dan penduduknya biasa menggunakan kendaraan mobil atau kadang-kadang unta
sebagai alat transportasi utama. Hal inilah yang menjadi penghambat arus
ekonomi Somalia. Meskipun begitu, penyelenggaraan penerbangan udara
diselenggarakan oleh Somalian Airlines.
Tingkat kesehatan di Somalia termasuk
kecil dan ini menyebabkan penduduknya rentan terkena penyakit sehingga WHO dan
juga UNICEF sering memberikan bantuan untuk menangani wabah penyakit di
Somalia.
D. Ekonomi
Walaupun terdapat sejumlah perusahaan,
perekonomian Somalia dikendalikan secara dan perusahaan-perusahaan milik negara
memegang peranan utama. Nasionalisasi sejumlah perusahaan asing dilakukan pada
tahun 1970. Pada tahun 1970-an Somalia mengalami kesulitan ekonomi akibat
kemarau panjang dan keberadaan ribuan pengungsi dari Ethiopia. Keadaan tanah
yang tandus, curah hujan yang sedikit, sumber daya alam yang terbatas dan
cara-cara berproduksi yang masih tradisional menyebabkan perekonomian Somalia
tidak dapat berkembang dengan baik. Walaupun sejumlah kemajuan ekonomi
diperoleh sejak tahun 1950, namun hingga kini Somalia tetap tidak dapat
melepaskan diri dari bantuan negara-negara lain terutama Amerika Serikat dan
Italia.
Ternak hidup merupakan komoditas eksport
Somalia yang terbesar tahun 1984, komoditi ini mencapai 59,6 % dari nilai
ekspornya yang berjumlah So.Sh 1.273.800.000. Ekspor lainya adalah pisang 7,9%
dan kulit serta bulu binatang. Barang-barang eskpor ini ditujukan ke Arab
Saudi, Italia, R.R. Cina. Sedangkan impornya yang bernilai So.Sh 5,135 milyar
mencakup bahan makanan, alat-alat transportasi, mesin-mesin, bahan-bahan mentah
perpabrikan, minyak bumi, minuman keras, tembakau, barang-barang kimia, pakaian
dan sepatu. Barang-barang impor ini didatangkan dari Italia, Amerika Serikat,
Jerman, Perancis, Inggris, Kenya, Thailand, Jepang, Singapura dan R.R. Cina.
Jenis bahan tambang yang terdapat di
somalia antara lain: minyak bumi, bijih besi, gips, mangan, dan uranium. Bahan
mineral lainya adalah garam, batuan gamping dan pasir. Daerah Alti Giuba dan
Bur Hacaba menghasilkan biji besi sedangkan di dearah Mudugh ditambang Uranium.
Negeri ini hanya terbatas pada pengolahan
hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. Selain itu terdapat industri
tekstil, pengilangan minyak, sabun, pakaian dan percetakan. Daerah industri
terpusat di Kismaayo dan Ras Korsh.
Sektor pertanian khususnya peternakan
merupakan tulang punggung ekonomi somalia. Sektor ini menyerap 80% tenaga
kerja. Ladang penggembalaan mencapai 65,2% dari seluruh luas Somalia. Daerah
penggembalaan tersebar di lembah-lembah sungai Giuba dan sungai Shebela. Pada
tahun 1985 jumlah ternak hidup di negeri ini adalah 18,5 juta ekor biri-biri,
11,1 juta ekor kambing, 6 juta ekor unta dan 4,4 juta ekor sapi. Tanah
pertanian di Somalia hanya berjumlah 1.,7% dari luas wilayahnya. Kegiatan
pertanian dilakukan di daearah yang mendapat curah hujan yang cukup tinggi
misalnya di Benadir. Hasil pertanian antara lain padi, sorgum, jagung, pisang,
tebu, kapas, kacang-kacangan, sayur mayur dan buah-buahan. Hasil pertanian
terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri kecuali pisang
yang hasilnya cukup banyak hingga dapat di ekspor. Kegiatan ekonomi lain yang
terdapat di Somalia adalah kehutanan dan perikanan. Daerah hutan Somalia
mencapai 14,3% dari wilayahnya dan pada tahun 1985 dihasilkan 4,435 m3 kayu
bulat. Pada tahun yang sama sektor pertanian juga menghasilkan 16.100 metrik
ton tangkapan. Hasil dari kedua sektor ini diutamakan untuk memenuhi kebutuhan
dalam negeri.
E. Kebudayaan
Mayoritas penduduk Somalia menganut agama
Islam yang merupakan agama resmi negara. Pada tahun 1980, hanya 0,1% penduduk
yang menganut agama Kristen dan 0,1% yang memeluk agama yang lain.
Bahasa Somali dan Bahasa Arab merupakan
Bahasa resmi negara. Bahasa Somali termasuk dalam rumpun bahasa Kushit. Di
antara penduduk juga digunakan bahasa Italia dan Inggris. Kaena bagian utara
republik ini dahulunya diperintah oleh Inggris, sedangkan sebelah selatan oleh
Italia, maka bahasa Inggris, Italia dan Arab merupakan ragam bahasa tulisan
nasional. Bahasa Somalia digunakan di seluruh negeri, tetapi sampai kini belum
ada ragam tulisnya yang resmi. Akan tetapi pada tahun 1974 suatu ragam bahasa
tulisan Somalia yang seragam telah diterapkan oleh pemerintah dan usaha untuk
mengajarkannya kepada penduduk telah dimulai.
Penduduk Somalia memiliki tradisi
mendongeng yang besar. Berbagai legenda dan lagu telah diturunkan dari mulut ke
mulut dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sebagian besar sejarah bangsa
ini terekam dalam sajak-sajak yang tidak pernah ditulis. Karena agama Islam
mengharamkan reproduksi figur manusia dalam bentuk karya seni, berlainan dengan
berbagai bangsa Afrika lainya, bangsa Somalia tidak membuat topeng. Desain yang
mereka pergunakan untuk menghias adalah tanah liat, keranjang anyaman, piring
kayu, sisir, sendok, dan benda-benda lainnya berupa figur dan garis geometris.
Akhir-akhir ini perangko Somalia banyak mendapat pujian di kalangan internasional
karena keindahannya yang luar biasa.
F. Pembagian administratif
Somalia dibagi menjadi 18 gobolka (daerah):
- Awdal
- Bakool
- Banaadir
- Bari
- Bay
- Galguduud
- Gedo
- Hiiraan
- Jubbada Dhexe
- Jubbada Hoose
- Mudug
- Nugaal
- Sanaag
- Shabeellaha Dhexe
- Shabeellaha Hoose
- Sool
- Togdheer
- Woqooyi Galbeed
2.3 Perbandingan
Antara Negara Afrika Selatan Dengan Negara Somalia
Mendengar kata Afrika Selatan pasti tak pernah lepas dari
“apartheid dan Nelson Mandela”. Negara yang memiliki 11 bahasa resmi termasuk
di dalamnya bahasa English, Afrikaans, Sesotho, Setswana, Xhosa dan Zulu ini
hingga sampai pada tahun 1994 masih didominasi oleh kekuatan superior kulit
putih, meski pada saat itu Mandela telah menjabat sebagai presiden berkulit
hitam pertama di sana. Pemerintahan kulit putih yang dalam hal ini terlalu
bertindak dengan melihat seseorang itu dari ras apa. Meski negara ini merupakan
negara yang tak lepas dari masalah, namun negara ini juga telah sukses
mengadakan tiga kali pemilihan umum tentunya semenjak pemerintahan tak lagi
didominasi oleh kulit putih tentunya. Kekuatan yang mendasari dari benua Afrika
juga tak lepas dari perekonomian di negara ini. Lihat saja melalui sumber daya
alam yang terdapat di negara ini, ada emas yang menjadi kebanggaannya, ada juga
berlian, mineral, platinum dsb. Negara Afrika Selatan terbagi menjadi 9
provinsi (Cape Timur,Barat, Utara, Free State, Gauteng, KwaZulu-Natal, Limpopo,
Mpumalanga, North-West). Meski negara ini beribukotakan Pretoria, namun
terdapat tiga pemerintahan yang menjadi pusatnya. Pretoria, Cape Town, dan
Bloemfontein. Tapi perlu diketahui juga bahwa meskipun negara ini memiliki
kekayaan alam yang dapat dibanggakan tapi penduduk di Afrika Selatan justru
banyak yang miskin dan menganggur.Afrika Selatan Adalah negara yang nomor dua
tertinggi di dunia yang terjangkit virus HIV/AIDS. Perbandingannya
adalah 1:7. “No-one is born hating
another person because of the colour of his skin, or his religion”. Ya, Nelson Mandela tidak pernah lelah memperjuangkan
demokrasi dan persamaan hak. Hidupnya telah menjadi inspirasi di Afrika Selatan
dan seluruh dunia. Semua berawal dari mimpi Mandela dimana dia akan menciptakan
kebebasan bagi orang-orang kulit hitam yang menderita akibat kekejaman politik
apartheid. Politik apartheid dicanangkan oleh Partai Nasional yang saat itu
berkuasa mulai 1984. Tapi mereka pula yang meruntuhkannya setelah mendapat
desakan dari dunia internasional. Dan, yang terutama atas desakan dari bawah,
para pejuang yang dimotori Mandela.Dan usahanya bertahun-tahun itu berhasil.
Politik Apartheid agaknya membuat seorang sutradara tergugah semangatnya untuk
menggarap sebuah film yang berjudul “ Country of My Skull” Film ini mengambil
tempat di Afrika Selatan pada tahun 1995, ketika negara ini masih diliputi
semangat rekonsiliasi. Dimana saat itu pemerintah menawarkan amnesty pada
mereka yang melakukan pelanggaran HAM, baik pada kulit putih atau kulit hitam.
Dan tentu saja pemberian amnesty ini menimbulkan kontroversi. Dan bagi yang
mengaku pecinta sepak bola,di tahun 2010 pertandingan “worldcup” akan diadakan
di Afrika Selatan. Setelah sekian lama FIFA mengasingkan Afrika Selatan dari
pergaulan sepak bola internasional.
Berbeda dengan Negara Somalia, Somalia tidak memiliki pemerintah nasional yang efektif.
Di barat laut, ada pemisahan Republik Somaliland. Di bagian lain terdapat beberapa warlord, yaitu Puntland dan Somalia
Barat Daya. Pemerintahan
yang diakui dunia internasional adalah "Pemerintahan Transisi
Nasional", awalnya dikepalai oleh Abdulkassim Salat Hassan, yang mengontrol hanya sebagian dari Mogadishu, ibu kota Somalia.
Pada 10 Oktober 2004 Perdana Menteri Somalia terpilih Abdullahi Yusuf,
presiden Puntland, menjadi presiden berikut. Karena kekacauan di Mogadishu,
pemilihan diadakan di pusat olah raga di Nairobi, Kenya. Yusuf terpilih Presiden transisional oleh parlemen
transisional Somalia. Ia memenangkan 189 dari 275 suara dari parlemen. Sesi
parlemen juga diadakan di negara tetangga Kenya. Pemerintahannya diakui oleh
banyak negara Barat sebagai penguasa legal negara tersebut, meskipun otoritas
aktualnya dipertanyakan.
Banyak organisasi politik kecil berdasarkan klan, lainnya mencari politik yang bebas-marga (seperti Front Somali Bersatu).
Banyak yang terbentuk sejak pemilihan presiden baru.
Pembagian administratif Pertempuran Mogadishu adalah
sebuah pertempuran antara pasukan Amerika Serikat dan pejuang gerilya Somalia yang setia kepada warlord Mohamed Farrah Aidid
pada 3 Oktober 1993 di distrik Black Sea di Mogadishu, Somalia.
Satu tim Pasukan Khusus AD AS melakukan sebuah operasi
yang melibatkan perjalanan dari "compound" mereka di pinggiran kota
untuk menangkap pemimpin militia Aidid. Pasukan serang tersebut terdiri dari 19
pesawat, 12 kendaraan, dan 160 orang. Selama operasi, dua helikopter MH-60
ditembak jatuh oleh granat didorong roket,
dan tiga lainnya rusak.
Beberapa tentara berhasil mengevakuasi yang terluka
kembali ke "compound", namun lainnya terperangkap di lokasi jatuhnya
dan terpotong. Peperangan di kota terjadi pada malam hari. Esok pagi harinya,
sebuah pasukan tugas gabungan dikirim untuk menyelamatkan pasukan yang
terperangkap. Dia terdiri dari pasukan dari Pakistan, Malaysia, dan tentara AS dari Divisi Gunung ke-10. Mereka
membentuk 60 kendaraan, termasuk tank Pakistan, pembawa personel lapis baja Condor Malaysia, dan didukung oleh Hughes
H-6 AS dan UH-60 Black Hawk.
Pasukan gabungan ini mencapai lokasi jatuh pertama dan membawa pasukan yang
terperangkap keluar. Lokasi jatuh ke-2 terlewatkan; pasukan Amerika yang
terperangkap dijadikan tawanan, namun kemudian dilepas.
Diperkirakan pertempuran ini mengakibatkan kematian
sekitar 1000 militer dan penduduk Somalia, dan melukai sekitar 3000-4000. 18
tentara Amerika tewas, dan 73 lainnya terluka. Satu tentara Malaysia tewas, dan
beberapa terluka; dua tentara Pakistan juga terluka.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
- Benua Afrika adalah benua terbesar kedua dunia dan kedua terbanyak penduduknya setelah Asia. Terdapat 54 negara di benua afrika yang kebanyakan adalah negara jajahan seperti halnya Negara Somalia.
- Negara Afrika Selatan yang pada masa dahulu, pemerintahan negara ini dikecam karena politik 'apartheid'nya tetapi sekarang Afrika Selatan adalah sebuah negara demokratis dengan penduduk kulit putih terbesar di benua Afrika. Afrika Selatan juga merupakan negara dengan berbagai macam bangsa dan mempunyai 11 bahasa resmi. Negara ini juga terkenal sebagai produsen berlian, emas dan platinum yang utama di dunia.
- Somalia adalah sebuah Negara di pesisir afrika timur yang ada secara de jure, Somalia tidak mempunyai otoritas pemerintah pusat yang diakui. Tidak ada mata uang nasional atau cirri-ciri lain yang berhubungan dengan Negara berdaulat. Otoritas secara de facto berada ditangan pemerintah yang tidak diakui yaitu Somaliland, puntland, dan gembong militan yang saling bermusuhan. Dimana ketiga-tiga nya memimpin pemerintahan oposisi . Somalia telah menduduki peringkat 1 failed state.
SUMBER :
Langganan:
Komentar (Atom)